← Takdir Sang Pedang Senja

Pandai Besi di Kaki Bukit

Bab 1 dari 3 108 kata Β± 1 menit 7 Agustus 2026

Suara palu beradu dengan besi panas memenuhi bengkel kecil di kaki Bukit Serawa. Arka menyeka keringat di dahinya, menatap bilah yang baru saja ia bentuk.

"Masih belum cukup," gumamnya.

Sudah tujuh tahun ia menempa, dan tak satu pun pedang buatannya bertahan lebih dari satu musim perang. Ayahnya pernah berkata bahwa besi yang baik memilih tuannya sendiri. Arka dulu menganggapnya dongeng.

Malam itu, hujan turun deras. Seorang pengembara berjubah abu mengetuk pintu bengkelnya, meletakkan sebuah bungkusan kain di atas meja, lalu pergi tanpa sepatah kata pun.

Di dalamnya: sebilah pedang berkarat, patah di ujungnya, dan berdenyut pelan β€” seperti jantung.

πŸ’¬ Komentar

Komentar Bab Ini (0)

Masuk untuk berkomentar.

πŸ’¬

Belum ada komentar di bab ini.

β†’